Jumat, 29 Mei 2020

Beranjak Dewasa

| Birthday | /n./
Ketika ngomongin dua kata itu, hal pertama yang melintas di otakku adalah 'celebration'.
Kebanyakan orang mungkin menganggap, 
hari ulang tahun adalah sesuatu yang patut untuk dirayakan.
Ini bukan hanya tentang ulang tahun manusia, 
namun ulang tahun perusahaan, organisasi, atau apa saja yang diketahui kelahirannya, 
biasaya juga selalu mengadakan perayaan.
Memang nggak ada yang salah dari merayakan ulang tahun. 
Why not? This is the only day that can be our very special day, isn’t it?


Aku sendiri—sempat menganggap perayaan adalah hal yang penting. 
Namun semakin kesini, arti ulang tahun bagiku adalah sebagai 'reminder'.

  • Reminder bahwa umur kita bertambah; tapi jatah hidup kita berkurang. 
  • Reminder buat diri kita untuk introspeksi diri; apa aja yang sudah kita lakuin sejak pertama Tuhan membuka lembaran pertama buku cerita kita di dunia


Malam ini, aku berpikir..
mungkin nggak sih ada orang yang ngerasa sedih waktu ulang tahun (selain aku)?
Dan saat lagi sedih mikirin jatah hidup yang semakin sedikit.. 
kadang pengen gitu dihibur. 
Sekedar kasi ucapan dan do’a aja udah seneng kok; aku cuma pengen tau aja,
siapa-siapa yang masih ‘log in’ di kehidupanku.

3 tahun terakhir ini, aku sering takut mengahadapi hari ulang tahunku. 
  • takut ga banyak kemajuan dari tahun sebelumnya, 
  • takut banyak target yang belum kesampaian,
  • takut kalo tahun ini orang-orang yang berharga di hidupku justru berkurang,
  • takut kalo satu atau beberapa dari mereka udah ga inget atau ga peduli lagi sama hari kelahiranku..


Ketika orang-orang menyebut “birthday wishes”, 
yang melintas di hatiku adalah.. 
"semoga ulangtahunku ini bisa menjadi reminder bagi orang-orang di sekitarku, 
that I’m still existed. 
Aku masih ada, dan semoga mereka masih ada buat aku di hari ini, dan tahun-tahun berikutnya."
Aamiiin.

Ahh, I’m getting more and more sad..
Ditemani dengan lantunan lagu di album Selamat Ulang Tahun dari Nadin Amizah,
aku memutuskan untuk menulis #sebuahsurat untuk diriku.


 "A letter to myself" 



Dear Chaca,

Sekarang coba deh; resapi detik-detik yang ga mungkin bisa kamu tarik kembali
Juga dengan cerita, ataupun rasa yang kian menjauh; memudar, 
seiring bertambahnya usiasekaligus berkurangnya jatah umur.
Terlalu banyak hal yang layak untuk kamu renungkan..
tentang perjalanan hidup yang harus kau urai kembali, tentang rencana masa depan yang mesti kau susun kembali,tentang ketakutan-ketakutan yang harus kamu lawan..
Mungkin ini saat yang tepat untukmu berkaca diri.
Ketika berbagai pilihan hidup 
dan keputusan-keputusan harus kamu seleksi 
dan ambil sebijak mungkin; demi masa depan yang lebih baik tentunya.

Dear Chaca,


coba hitung sudah berapa lama detik berlalu sejak kau dilahirkan?
Ahh, kurasa kamu gaakan mampu mengingatnya. 
Karna memang seperti itulah ingatan manusia.
Dirancang untuk melupa meski beberapa hal tetap saja melekat
dalam ingatan paling manis.
Tentang melupa atau pun mengingat, 
kuharap kamu menjadi pelupa untuk setiap kesalahan orang-orang disekitarmu. 
Bahkan jadi pelupa akut untuk rasa sakit yang pernah ditorehkan oleh siapa pun. 


Jadilah pemaaf. Jangan mendendam, sebab itu tak baik untukmu.
Dan untuk kebaikan-kebaikan orang lain padamu, jangan pernah lupakan, 
sebab jika nanti ia berbuat salah, 
kamu akan ingat jika ia pun pernah baik kepadamu. 


Dan semoga… itu membantu meluruhkan kekecewaanmu padanya. 
Tiap manusia memang tempatnya salah, bukan?


Dear Chaca,
Hakikat hidup kita hanya untuk menanti kepastian.
Dan kepastian yang paling dekat adalah kematian.
Entah esok, atau nanti.
Takdir itu rahasia. 
Kuharap kamu slalu ingat, 
setiap waktu yang kamu jalani, 
sejatinya adalah perjalanan menuju kepastian tersebut. 
Maka sebaik-baik manusia adalah ia 
yang mempersiapkan diri untuk penutup usianya kelak. 
Semoga kamu salah satunya. 
Berusahalah untuk combine dunia- dan akhiratmu sebaik mungkin.

Dear Chaca,

Tentang perasaan..
maaf, aku tak pernah sanggup mengatakan "iya" seperti yang kau harap
Bagiku, pengakuan itu teralalu sakral 
dan tidak tepat jika terucap saat ini.
Belum waktunya.
ingat, cinta sejati akan selalu menemukan jalannya.
demikian kata Tere Liye, salah satu prinsip yang kupegang hingga kini.
Jadi lupakan rasa itu, ya.
sekarang, fokus ke yang lebih penting.



Dear Chaca,

Kau tahu, kecewa bisa mendekapmu kapan saja.
Jadi, tutup sekecil apapun kesempatan terluka.
Aku tak ingin kau, ataupun aku; terluka oleh harapan.
Jangan pernah setia sama hal yang ga pasti.
Luka lamamu belum sembuh, jangan menambah luka baru.

Dear Chaca,
maafkan sikapku selama ini.
Aku hanya takut, ada cemburu-Nya 
jika aku menghamba pada perasaan yang tak pasti ini.
Ketahuilah, merayakan cinta di hari nanti adalah pilihanku.
Itu lebih aman dibanding terjebak dengan perasaan 
yang ku tahu hanya menodai hati.

Dear Chaca, 

Aku tahu bahwa selama ini dengan kamu centil suka cowo, fangirling kpop,
itu semua adalah sebagai pelarian 
dari semua hal berat yang kamu pikirkan di dunia nyata..
Tapi, jangan terlalu larut ya. Itu ga baik dan itu bisa jadi toxic.
Untuk hibernasi sekali tempo boleh,
yang penting setelah itu harus produktif lagi.
Don’t be lazy. It’s okay to let your emotions take you over for a moment 
as it is what you need once in a while: a cleanse.

Dear Chaca,
mendewasalah.
Sadari peranmu sebaik mungkin.
Jadi lebih baik lagi, dan teruslah memperbaiki diri.
Tinggalkan yang tidak baik dan yang sudah baik, pertahankan.

Selamat menjalani hidupmu.
Nikmati setiap prosesnya..
Akan ada banyak kerikil tajam yang akan menghalangi jalanmu.
Semoga kau mampu melaluinya.
Dan semoga juga, segala hal baik menghampirimu
dan setiap hal yang buruk dijauhkan.

Terakhir..

Tak peduli walau berkurang sisa hidup di dunia, 
semoga keberuntungan untukmu tak terhingga. 
Teruslah berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan,
agar kelak semesta meng-amin-kan apa-apa yang masih kau semogakan. 
Selamat mendewasa

Please take care of yourself. 


This year, like every other, 
will come with it’s ups and downs and it’s struggles 
and it’s triumphs, but stay levelled.
Don’t let the lows stop you, 
and don’t let the accomplishments cause you to lose perspective
//or take them for granted.
Life’s a ride, so buckle up and enjoy it, and make sure it’s a good one.
Let things happen as they do.
Stop judging and comparing yourself.
Just be the best you can possibly be, and you’ll always be enough.
Have a good year! Go change the world (or at least, try).



Dariku, 
your other half.





Meymey
|| Jum’at, 29/05/2020


Tidak ada komentar:

Posting Komentar